Cara membuat Capacitor Bank sendiri

CAPASITOR BANK ato biasa di sebut CAPBANK adalah kumpulan komponen capasitor sebagai penyimpan arus sementara.Di dunia otomotif capasitor bank ini sangat di kenal di kalangan audio karena ketangguhanya dalam mendongkrak dentuman bass/nada rendah.Tapi di dunia motor banyak yang memakai untuk mencegah aki tekor.Fungsi sebenarnya bukan mencegah aki tekor sih,yang betul untuk meratakan arus DC yang keluar dari kiprok,karena tegangan dc yang keluar dari kiprok belum murni alias masih mengandung ripple.
Maka jika kita memasang capasitor bank di motor lampu2 seperti rem,sein,spido akan menjadi lebih stabil meskipun aki soak.Tapi Fungsi sebenarnya di motor adalah untuk mendongkrak beban yang nyedot arus besar dalam sesaat saja seperti elektrik starter,klakson gede.Itupun tergantung dari nilai capasitor itu sendiri.
Cara mudah dan murah membuat capasitor bank sendiri yaitu beli capasitor ato nama umumnya ELCO 10.000uF/25V 10pcs, PCB bolong, kabel minim awg18 2 warna(merah dan hitam)50cm dan skun di toko elektronik.Pararel semua ELCO,positif ketemu positif,negatif ketemu negatif di papan pcb.solder yang rapi dan kasih kabel di masing2 kutubnya.Perkiraan harga sekitar 125rb Anda memiliki CAPBANK senilai 100.000uF.Jauh lebih hemat di banding membeli di pasaran dengan harga 150rb paling2 isinya hanya kisaran 10-30K uF saja.

BTW

Seringkali kita menemui kendala susah start atau lampu redup pada saat pertama kali menghidupkan motor, atau akselerasi yang kurang mantap. Kemungkinan hal tersebut disebabkan accu yang sudah loyo atau tekor, atau karena faktor daya yang buruk. Pada dasarnya rangkaian motor mayoritas berupa koil/kumparan seperti Koil pengapian, Filamen Lampu. Secara teori kelistrikan dengan semakin banyaknya beban yang berupa kumparan maka akan menyebabkan arus listrik tertinggal phasanya dibanding tegangannya(voltage). Hipotesa saya hal tersebut akan menyebabkan akselerasi susah meningkat.

Nah untuk mengembalikan phasa agar kembali seperti semula maka digunakan kapasitor untuk menyeimbangkan. Fungsi lain kapasitor adalah menyimpan muatan listrik dan melepaskannya di lain waktu. Fungsi tersebut sangat berguna pada fungsi penyearahan oleh dioda. Setelah disearahkan oleh dioda biasanya tegangan yang timbul berupa tegangan DC(direct current) tapi tidak sempurna karena masih berupa riak-riak gelombang. Jadi tidak stabil pada tegangan kerja. Tugas capacitor akan mengurangi beda tegangan tertinggi dengan tegangan terendah dengan kata lain pada saat tegangan tinggi dia akan menyimpan arus dan pada saat tegangan terendah akan mengeluarkan arus. Sehingga mengurangi selisih/beda tegangan dan membuat tegangan lebih rata. Fungsi membuat lebih rata oleh sebagian orang disebut stabilizer (penstabil tegangan)

Terus berapa besaran capacitor yang harus digunakan ? Kita lanjutkan : sesuai data di buku petunjuk diketahui kapasitas alternator motor tersebut kira-kira 0.106KW atau 106 Watt. Rumus Power = V x I atau I = P/V Jadi 106Watt : 12V kira-kira besarannya = 8.83 A. Sesuai dengan pelajaran elektronika dasar tentang Rectifieng/penyearahan didapatkan “Thumb Rule” buat besarnya capacitor berdasarkan besaran Ampernya. Thumb Rule tersebut : untuk setiap 1A dibutuhkan 2200 mikro Farad. Jadi untuk kasus di atas besaran kapasitor yang dibutuhkan adalah 8.83 x 2200 = 19.426 mikro Farad. Tapi harus diingat bahwa besaran arus di motor di batasi oleh kapasitas regulator/Kuproknya. Untuk contoh kasus di atas saya menggunakan kapasitor sebesar 10.000 mikro Farad dengan asumsi berpatokan pada accu yang digunakan yaitu 3,5Ah. Maka akan didapat 3,5 x 2200 = 7.700 mikro Farad. Di pasaran nilai tersebut tidak tersedia jadi kita pakai angka yang di atasnya yaitu 10.000 mikro Farad. Alasan lainnya adalah masih ada keinginan untuk mengganti accu original dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 5Ah (buat spare bro…). Terus berapa besar tegangan kerja capacitor tersebut ? Besarnya tegangan kerja untuk capacitor kita patok 2x tegangan kuprok. Jika di kuprok tegangan yang keluar 15V maka tegangan kerja capacitor = 15 x 2 = 30V. Buat safetynya kita pakai tegangan 50V. Toh perbedaan harga capacitor untuk kedua tegangan tidak signifikan.

Terus gimana pengkabelannya ? Beli capacitor 10.000 mikro Farad tipe konektor/model baut seharga Rp. 15.000, kabel tiga warna AWG8(merah, hitam hijau) (diameter core 8mm) beli Rp. 3.000, kabel skun 5 pcs (2 spare) diameter disesuaikan dengan lubang baut accu dan massa beli Rp 2.500 dan konektor 5 pcs (3 pcs spare) beli Rp 1.000, sumi tube sesuai ukuran kabel beli Rp. 2.000. Jadi total jendral pengeluarannya adalah : Rp. 23.500. Pasang konektor kabel merah ke kutub positif kapasitor dan ujung yang lain dipasang di kutub positif accu. Gabungkan kabel hijau dan hitam (1 konektor untuk 2 kabel) kemudian pasang konektornya pada kutub negatif capacitor dan ujung kabel hitam dipasang di kutub negatif accu. Sedangkan ujung kabel hijau yang lain dihubungkan ke massa atau casis.

SELAMAT MENCOBA !!!!

About these ads

About 3 Satria Pujangga

Hidup adalah suatu perjuangan
This entry was posted in TIP & TRIK. Bookmark the permalink.

4 Responses to Cara membuat Capacitor Bank sendiri

  1. hidayat says:

    ijin kopas mas bro….

  2. amir says:

    Sudah beres mas cuman ketukar plus minusnya doang.
    trimakasih bangat mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s